RAHASIA membuat Job Description yang HIDUP & di JALANKAN!

Ada seorang pengusaha bertanya kepada Coachnya, “Coach, mengapa ya saya sudah memiliki seorang manager, dan supervisor, dan saya rasa sih dengan pengalaman mereka, mereka tepat di posisi manager. Namun, koq saya masih jadi Superman, dan semua masih harus sama saya, itu bagaimana ya coach?”

Pengusaha :”Padahal saya sudah memiliki JOB DESCRIPTION dan SOP yang tertulis, sudah rapi dan di bukukan saja, namun TIDAK DI JALANKAN..”

Coach : “Begitu ya pak? hmm, sudah berapa lama kondisi ini terjadi seperti ini?”

Pengusaha :”Wah, coach mungkin sudah dari awal buat Job Description sampai saat ini belum jalan., ini saya bingung bagaimana ya coach?”

Coach :” Begini, Pak, Apakah Bapak yakin ketika seseorang di tempatkan di posisi manager, ataupun posisi apapun di dalam struktur organisasi mereka mengerti apa yang dikerjakannya?”

Pengusaha :”Saya pikir mereka mengerti kan sudah ada job descriptionnya di tuliskan di buku HRD..”

Coach :”Benar Pak, mungkin sudah ada tertulis JOB Descriptionnya, namun kemampuan seseorang untuk mengerti apa yang di Action kan itu berbeda-beda. Dan, jika mereka hanya mengerti apa yang tertulis dan belum mengerti benar apa yang di Action kan, itu maka tidak berjalan sebagaimana mestinya.”

Pengusaha :” Lalu, apa yang harus saya lakukan Coach?”

Coach :”Pak, coba Bapak ambil contoh posisi yang ada di dalam Struktur Organisasi Bapak, mari kita sama-sama membedahnya..”

Pengusaha :”OK Coach, saya ambil contoh ini deh Supervisor Sales”

Coach :”OK Pak, sekarang begini, sebelum membuat JOB DESCRIPTION yang “HIDUP” atau yang di jalankan, FOKUS kepada TUGAS UTAMA sebagai seorang Supervisor Sales itu apa ya?”

Pengusaha (berpikir sejenak) :”Hmm, tugas utamanya adalah MEMONITOR OMSET PENJUALAN agar TETAP SESUAI dengan yang di TARGETKAN & MEMASTIKAN Tim Sales menjalankan SOP (Standard Operating Procedure) atau Aktivitas mereka dengan baik & tidak melakukan PENYIMPANGAN

Coach :”WOW! BAGUS Pak, itu Keren..! Nah, Jika saat ini Bapak sudah tau TUGAS UTAMA-nya, Sekarang, Bagaimana Seorang Supervisor Sales itu dinilai baik oleh Bapak?”

Pengusaha (kembali berpikir sejenak) :”Hmm, Seorang Supervisor Sales dinilai baik itu jika TARGET Tercapai (100%) & Jumlah PENYIMPANGAN TIDAK ADA (0)”

Coach :” Nah! Fantastic!, Berarti apa yang harus seorang SUPERVISOR SALES jalankan supaya dapat memastikan nilainya baik?”

Pengusaha (mulai terbuka pikirannya dan tersenyum): ” Nah, aktivitas yang harus dilakukan supaya nilainya baik ada 3 hal:

1. Memonitor & Men-Cek SETIAP HARI Data Pergerakkan Omset Penjualan. Bentuk Laporan monitoringnya, harus di buatkan Form Monitoring Per Hari.

2. Memastikan SETIAP HARI bahwa Aktivitas Sales dilakukan dengan BENAR, dengan MEMBIASAKAN KEBENARAN, bukan MEMBENARKAN KEBIASAAN. Caranya dengan membuat Aturan REWARD & PUNISHMENT jika Sales melanggar aturan.

3. Mengevaluasi aktivitas, progress Action, (TIME OUT) per minggunya supaya dapat dilakukan perubahan strategi demi tercapainya target..”

Coach :” MANTAPS! Pak,…nah, sekarang Bapak sudah mengerti kan, bagaimana membuat Job Description yang simple & jelas ACTIONnya..”

Pengusaha (tersenyum bangga): “Wow, Coach, Thanks ya..saya jadi sangat terbuka dan mengerti apa  yang seharusnya saya lakukan untuk supaya team saya menjalankan Job Description mereka..!”

Nah, kisah singkat ini, mudah-mudahan membantu anda para pengusaha dan pemilik Bisnis, dalam menerapkan Job Description kepada team anda, dan bagaimana Job Description itu dijalankan. Bukan hanya sekedar teori saja..

Jika anda masih ingin bertanya seputar mengelola karyawan, dan membuat system aturan main untuk karyawan di perusahaan anda, silakan hubungi kami di:

Customer Hotline : 0811-201-2121

 

Salam Pengusaha!

Coach Hendra Hilman

Posted on: February 3, 2017hendrahilman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *