Bisnis Trend 3 Tahun ke depan, The One Hand World

  • Istilah Bumi itu Bulat, Jawabannya itu “TIDAK LAGI” Dunia telah berubah, hari ini kita dapat melihat bahwa semua kejadian yang terjadi hanya dalam hitungan detik..
  • Akses Informasi yang sangat cepat seakan “Dunia dalam genggamanmu..!”, kata Ahmad Dhani.
  • Dunia telah dapat digenggam oleh tangan, The “One Hand” World. Tidak ada batasan budaya dan territorial..Keren ya…Welcome to the new world!
  • The “One Hand” World di Era baru ini, dimana dunia memiliki 2 sisi mata coin. 1 sisi, Coin dapat memberikan anda jutaan kesempatan baru dan peluang baru untuk berkembang pesat, satu sisi lagi, dengan dunia yang terkoneksi justu memberikan masalah baru.
  • Contoh : Facebook dengan cepat akan membumbungkan nama anda, tetapi juga bisa timbul masalah baru jika ada yang complain tentang bisnis anda, sehingga semua orang mengetahuinya.
  • Di Era 3 Tahun ke depan, dunia akan terbagi 2 golongan. Golongan 1 adalah “SAMURAI” golongan 2 adalah “COWBOY”
  • Nah, penasaran apa maksud dari 2 golongan ini..
  • Golongan Cowboy adalah sebutan bagi perusahaan-perusahaan yang mampu melawan arus, break the rules, keluar dari SOP, dan mengikuti perubahan era.
  • Golongan Samurai adalah istilah dari runtuhnya kerajaan bisnis traditional yang tidak siap dengan perubahan karena telalu memegang prinsip-prinsip lama yang sudah tidak relevan lagi di the One Hand World Era
  • Ingat cerita saya mengenai Dinausaurus vs Kecoa?
  • Ada 3 HAL PENTING DIPELAJARI MENGAPA COWBOY BERTAHAN SEMENTARA SAMURAI PERLAHAN PUNAH?

1. SPEED OF ACTION!

  • Kemenangan bukan dimenangkan oleh yang KUAT, namun yang CEPAT.
  • Budaya perusahaan-perusahaan Jepang terbiasa dengan SYSTEM, dan mereka terjebak di dalam SYSTEM itu sendiri. Mereka jadi terlalu lambat dalam membuat keputusan, sehingga dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan Korea. Perusahaan Korea dapat melauncing 1 produk smartphone baru dalam 6 bulan. Mereka sadar bahwa di Era The One Hand World ini, pola hidup dan gaya hidup konsumen telah berubah. Pada akhirnya sedetail apapun dan sematang apapun perencanaan kita, yang CEPAT ACTION, itulah yang bertahan.
  • Jadi Pembelajarannya : Jangan menunggu SEMPURNA untuk MEMULAI, tetapi MULAIlah dulu, baru sambil di SEMPURNAKAN.

# 2 Alocate the Cost of ERROR.

  • Bangsa Jepang adalah bangsa yang dikenal “PERFECTIONIST”. Mereka sangat teliti dan cenderung tidak mentoleransi sebuah kesalahan. Perhitungan begitu detail, spesifikasi juga. Itulah sebabnya sebabnya produk made in Japan memiliki kualitas yang sangat tinggi. Namun di sisi lain, karena TAKUT melakukan kesalahan, perusahaan SAMURAI sangat minim dalam inovasi, dan mereka akan focus SOP.
  • Berbeda dengan perusahaan Cowboy, yang justru memiliki budget khusus untuk staffnya dalam melakukan kesalahan. Setiap orang boleh memberikan masukkan, ide, tanpa melihat jabatan dan hirarki. Perusahaan Cowboy selalu menghasilkan inovasi yang out of the box.

# 3 Adjust Regular Meeting into 10 Minutes Coaching”

  • Perusahaan Samurai terbiasa dengan meeting ber jam-jam. Mereka hampir setiap hari meeting dengan kepala bagian ini dan itu, dan membahas masalah yang dihadapi perusahaan setiap minggunya. Sayangnya meeting berjam-jam ini justru tidak efektif, dan mengakibatkan menurunnya produktivitas karyawan.
  • Suasana meeting yang membuat karyawan seperti masuk ke ruang pengadilan. Perusahaan cowboy melakukan koordinasi meeting yang lebih efektif dan casual. Mereka memilih untuk melakukan 10 menit brifing, dan coaching. Dibanding dengan 4 jam. Namun, tentunya untuk hal-hal tertentu jika memang sangat diperlukan meeting bulanan sehingga 4 Jam bisa saja.
  • Contoh, saya melakukan koordinasi meeting di manapun, di cafe, bahkan di resto, justru lebih bagus dan positif hasilnya, juga lebih efketif. Kadang saya di mobil, melakukan skype meeting, selama 30 menit, hasilnya jauh lebih focus dan efektif sekali.

 

Salam Pengusaha!

Hendra Hilman

Pelatih Bisnis Bandung &  Pembicara Seminar Bandung

Posted on: February 1, 2017hendrahilman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *